Wednesday, August 11, 2010

Ramadhan~~


HIKMAH PUASA RAMADHAN
Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas

"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)

PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

RAMADHAN bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:

"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.

Allah berfirman yang maksudnya:

"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)

Nabi s.a.w.juga bersabda:

"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.

Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.

(s.al-Baqarah:185)



Awan sedikit mendung ketika kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan untuk ke tanah perkuburan. Baju merahnya yang besar melambai-lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ais krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulut untuk dijamahi. Sementara tangan kirinya digenggam erat oleh ayahnya.


Yani dan ayahnya memasuki kawasan tanah perkuburan menuju ke pusara neneknya. Kemudian mereka duduk di atas tembok nisan yang bercatatan;


"Nak, ini pusara nenekmu. Mari sayang...kita berdoa untuknya"

Yani melihat wajah ayahnya, lalu meniru gaya tangan ayahnya yang diangkat ke atas dan dia ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Dia khusyuk mendengar ayahnya berdoa walaupun dia masih belum mampu memahami sepenuhnya setiap baris doa yang dititipkan oleh ayahnya itu.

"Ayah, nenek meninggal semasa umur 50 tahun ya?"

Ayahnya mengangguk dan tersenyum sambil memandang pusara ibunya.

"Hmm, bererti nenek sudah meninggal 45 tahun ya, Yah?" Kata Yani sambil lagak matanya mengira dan jarinya menghitung.

"Ya, nenekmu sudah di dalam kubur selama 45 tahun sayang... "

Yani menoleh kepalanya dan memandang sekelilingnya. Banyak pusara di sana . Di samping pusara neneknya terdapat pusara tua yang sudah berlumut.


"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 100 tahun yang lalu ya Yah?", jarinya menunjuk nisan bersebelahan pusara neneknya itu.

Sekali lagi ayahnya mengangguk dan tangannya mengusap kepala anak tunggalnya itu.

"Ya nak. Benar katamu sayang. Mengapa?" tanya si ayah sambil menatap mata anaknya yang redup.

"Hmmm, semalam ayah beritahu jika kita meninggal dan banyak dosa. Kita akan diseksa di kubur. Iya kan yah?" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.

Ayahnya tersenyum dan menggangguk.

"Benar, lalu?" tanya si ayah meminta penerangan si anak.

"Iya... Kalau nenek banyak dosanya, bererti nenek sudah diseksa 45 tahun di kubur ya ayah? Kalau nenek banyak pahalanya, bererti sudah 45 tahun nenek bahagia dikubur. Betul tak ayah?" mata Yani bersinar ingin tahu.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas menampakkan keningnya yang berkerut dan perasaannya yang cemas.

"Iya nak, kamu pintar sayang," kata ayahnya pendek.

Pulang dari tanah perkuburan, ayah Yani kelihatan gelisah di atas sejadahnya. Dia memikirkan perkara yang telah diperkatakan oleh anak kesayangannya tadi.

"... 45 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...145 tahun diseksa .. atau bahagia dikubur?". Dia bermonolog sendirian.

Lalu dia tertunduk dan menitiskan air mata.

"Kalau dia meninggal dan banyak dosanya. Kiamat masih 1000 tahun lagi, bererti dia akan diseksa 1000 tahun?..'Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un'... "

Air matanya semakin banyak menitis, sanggupkah dia diseksa selama itu.

"Itu kalau benar kiamat lagi 1000 tahun tetapi kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itukah dia akan diseksa di kubur. Mampukah dia bertahan dengan tiap seksaan? padahal melihat adegan pukul di salah satu rancangan televisyen pun dia sudah tidak tahan untuk melihatnya?". Jiwanya penuh dengan monolog.

"Ya Allah..."

Dia semakin menunduk. Tangannya diangkat dan air matanya semakin membanjiri pipinya.

"Allahumma as aluka khusnul khootimah"

Berulang Kali di bacanya doa itu sehingga suaranya serak dan terhenti sejenak apabila terdengar batuk Yani. Dihampirinya anak kesayangannya yang sudah terlena dan membetulkan selimutnya.

Yani terus tertidur tanpa mengetahui betapa ayahnya amat berterima kasih kepadanya kerana telah menyedarkannya erti sebuah kehidupan dan kehidupan hakiki yang akan datang di hadapannya.

"Ya Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku...

Wednesday, August 04, 2010

terkedu~~

erk, terkedu???
nape lak??huhu..xde pape pon sbenarnye...cume td..terkedu n tersebak kjap...kjap je kot...sb, ble bce cte rye kt mekah...ng suasana kt sne pd hri rye...sgt rndu...sgt teringin nk beraya kt sne...sgt teringi berada di tanah ssuci...ya Allah...pnjangknlah umurku...agar aku boleh merasai suasana ari rye di sane...

huhu...
cam ade sumthing lg...tp, aku xreti nk ckp camne...trus mud swing..rse nk jmpe Allah cpat2..tp, bekal xde lg...ya Allah, jgn lah Engkau matikan aku selagi mane aku belum mnjadi pnyumbang utk Islam...even aku xsempat tok merasa daulah Islamiah, sekurang-kurangnya beri lah aku peluang untuk melahirkan generasi yang mendaulatkan Islam di muka bumi ini...

Allahu akbar!!!!!!!!!!!!!

aku tidak mahu sendirian...

lewat mlm itu...
aku sebak memikirkan keadaan sekeliling...
satu persatu kutebak...
masih jauh lagi utk digapai...

aku tidak mahu sendirian...
sendiri berjalan mengukur alam ini...

aku tidak mahu sendirian...
sendiri menghabiskan waktu yang tercipta..

aku tidak mahu sendirian...
sendiri melangkah ke alam yang seterusnya...

ya, aku tidak mahu sendiri..
lantas mngajak teman2 menemaniku...
ade yang menolak, bahkan ade yg mencemuh...
tanpa sedar mereka menolak syurga yg disediakan...
tanpa sedar mereka mencemuh nikmat yang Dia janjikan..

aku mahu...
kamu, kamu dan kamu...
bersama2 riang gembira denganku...

aku mahu...
kamu, kamu dan kamu...
bersama2 riang gembira dengan teman yang lain...

aku mahu...
keriangan itu...

aku mahu kemanisan itu...

lantas aku mengajak...
tanpa mahu meninggalkan seorang pun di belakang...

tanpa mahu meninggalkan seorang pun di luar pintu...
untuk sama2 berkongsi keriangan...

ayuh teman...
bersama daku...
sama2 mengejar redha Allah..
kerana kita tidak bisa meneka...
kerana kita tidak bisa mengagak...
akan bilakah roh akan berpisah dengan jasad??
sampai bilakah Dia akan memberi pinjaman kepada kita??
adakah sehingga akhir hayat kita??
atau hanya smpai esok lusa??

ayuh teman...
jangan sampai Dia mengambil apa yang dipinjamkan...
kerna aku takut tanpa pinjamanNya kita tidak bisa melakukan apa2...
kerna aku takut tidak sempat untuk melksanakan dalam keadaan yang sempurna...

benar teman...
aku tidak muahu sendirian...
ayuh bersama aku...
kerna aku perlu kamu d sisi aku...